Kurma Sebagai Penangkal Racun dan Sihir

Manfaat lain dari buah kurma adalah penangkal racun dan sihir.

Rasulullah pernah bersabda: “Barangsiapa pagi hari memakan tujuh butir kurma maka dia tidak akan terkena racun dan sihir.” (HR. Bukhari).

Manusia sudah mengenal sihir ribuan tahun lalu saat Nabi utusan Allah mengajarkan ajaran tauhid kepada kaumnya, barbagai penemuan Arkiologi Mesir Kuno dan Yunani Kuno juga membuktikan masyarakat pada saat itu sudah mengenal sihir. Pada zaman Rasulullah praktek sihir pun berkembang, bahkan Rasulullah pernah terkena sihir. Pelakunya adalah seorang yahudi bernama Lubai bin Al-‘Asham yang telah menyimpan beberapa helai rambunya dan disimpan di sumur Zarwan di Madinah ketika bermaksud menyihir Rasulullah.

Seperti yang dijelaskan dalam hadits Bukhari dari Siti Aisyah. “Telah datang kepadaku dua malaikat, salah satunya duduk didekat kepalaku dan yang lainnya didekat kakiku. Salah satu malaikat berkata tersebut berkata kepada yang lainnya: ‘Apa penyakit laki-laki ini (rasulullah)?’ yang satunya menjawab, ‘terkena sihir.’ ‘Siapa yang menyihirnya?’ satunya menjawab, ‘Lubai bin Al A’sham.’’’ (HR. Muslim).

Dalam riwayat lain Rasulullah juga terkena sihir seperti dalam sebuah hadits Bukhari dari Siti Aisyah, Rasulullah pernah disihir hingga beliau merasa yakin mendatangi istri-istrinya padahal kenyataannya tidak.

Sejak zaman dahulu kala praktek ini sudah diwariskan secara turun-temurun hingga era modern ini dan sisi gelap sihir pun berubah ragamnya sesuai budaya setempat. Di barat misalnya berbagai istilah sihir dikenal seperti Golden Down, Emotion, Hels, dan Fudu. Sementara di negeri kita, masyarakat mengenal istilah Santet, Peluh Atau Pelet, yang merupakan salah satu bagian dari ilmu sihir. Sebagai bentuk penjegahan terhadap sihir, Rasulullah memberikan anjuran supaya memakan tujuh butir kurma.

Banyak para ulama terdahulu merasa kesulitan menjelaskan maksud hadits ini, bagaimana buah kurma bisa mencegah sihir? Hal itu tentunya dikarenakan keterbatasan ilmu dan peralatan modern pada waktu itu. Kebenaran sabda Rasulullah baru bisa dibuktikan belakangan ini. Organisasi di Inggris yang menggeluti fenomena telepati, melakukan sebuah kajian mendalam tentang kebenaran sabda Rasulullah mengenai kurma, organisasi ini telah memplubikasikan hasil riset mereka pada sebuah majalah yang juga dinamakan TELEPATI.

Dalam penelitiannya mereka mengkaji garis pektrum pada tubuh seseorang yang telah makan tujuh butir kurma dan ternyata dari hasil penelitian mereka, mereka menemukan bahwa garis tersebut berwarna biru selama 12 jam. Menurut mereka bahwa sihir itu hakikatnya pada mata dan pengaruh sihir pada mata tidak dapat di taklukkan oleh garis manapun selain garis berwarna biru sehingga dengan memakan tujuh butir kurma dapat menghasilkan garis biru yang dapat menangkal sihir pada mata.

Selain penangkal sihir hadits tadi juga menyebutkan bahwa kurma bisa menangkal racun dalam tubuh. Untuk membuktikan kebenaran Rasulullah, organisasi yang sama mengadakan penelitian, mereka meneliti orang-orang yang bekerja disebuah perusahaan batu batrei dan perusahaan yang mengelola mobil bekas. Para pekerja sangat rentan terkena racun timah disebabkan asap penghancuran mobil dan industri batu batrei sehingga banyak yang menderita kadmium yang dapat menyebabkan gagal ginjal.

Dengan memberikan tujuh butir kurma dalam setiap sarapan pagi mereka, mereka mendapati racun dalam tubuh mereka menurun karena menurut para ilmuwan kurma mengandung vitokimia yang melawan racun serta menumpas radikal bebas yang muncul dari proses metabolisme dalam hati. Selain itu, karena kurma juga mengandung zat anti oksidan. 

Sumber: Baitul Maqdis