Tahallul sebagai Rukun Haji, Bukan Sekedar Bercukur Rambut

Tahallul secara harfiah artinya dihalalkan, dalam Haji dan Umrah. Maksudnya adalah diperbolehkannya jama’ah Haji dari larangan/pantangan ihram. Tahallul disimbolkan dengan mencukur minimal 3 helai rambut. Tahallul merupakan salah satu rukun Haji yang tidak boleh ditinggalkan. 

Karena termasuk rukun Haji, meski terkesan bercukur itu remeh, jika tidak dilaksanakan, Haji menjadi tidak sah. Artinya, diwajibkan untuk mengulang kembali ibadah Haji pada tahun berikutnya. Secara filosofis, tahallul atau kewajiban bersyukur dalam rangkaian ibadah Haji adalah sebuah penghalalan akan sesuatu yang tadinya haram. Keharaman sesuatu itu terletak di dalam pikiran yang ada di kepala kita. Rambut sebagai salah satu simbol akan realita pertumbuhan makhluk, menjadi petunjuk bahwa asal dari sesuatu yang terjerat dalam hukum pertumbuhan adalah haram. 

Pesan yang disampaikan dalam proses tahallul merupakan sebuah kesadaran  akan adanya Tuhan yang menjadi asal usul manusia. Karena itu, memotong rambut sebagai sesuatu yang tumbuh merupakan simbolisasi dari ketuntasan ibadah Haji yakni kesadaran tertinggi manusia tentang Tuhan. Kesadaran di sini maksudnya adalah menyadari bahwa manusia tetaplah manusia yang tidak memiliki daya dan kekuatan. Apa yang dimilikinya merupakan anugerah yang Allah berikan. 

Dalam Al Qur’an surat Al Fath, “Sesungguhnya Allah akan membuktikan kepada RasulNya bahwa mimpi RasulNya itu akan menjadi kenyataan. Yaitu engkau beserta penduduk Mekka lainnya akan memasuki kota Mekah dengan aman, bebas dari rasa takut terhadap kaum Musyrik dengan mencukur rata kepalamu, sedang yang lain mengguntingnya saja. Tuhan Mengetahui apa yang tidak kamu ketahui itu. Tuhan memberikan kmenangan lebih dahulu kepadamu pada waktu dekat.”

Ada dua jenis Tahallul, yaitu Tahallul awal dan Tahallu tsani. Tahallul awal yaitu melepaskan diri dari keadaan ihram, setelah melakukan dua diantara tiga perbuatan alternatif seperti melontar jumroh aqobah dan mencukur, melontar jumroh aqobah dan thawaf ifadah, thawaf ifadah, sa’i dan mencukur. Kemudian, Tahallul tsani atau yang disebut dengan tahallul qubra artinya melepaskan diri dari keadaan ihram setelah melakukan ketiga ibadah secara lengkap yaitu melontar jumroh aqobah, bercukur dan thawaf ifadah serta sa’i.

Penulis: Puput