Hijir Ismail, Tempat Mustajab untuk Berdo’a

Berbicara tentang haji atau umrah, kita akan sering mendengar kata Hijir Ismail. Apa itu Hijir Ismail? Hijir Ismail adalah sebuah tempat bangunan Ka’bah berbentuk setengah lingkaran, dibangun oleh Nabi Ibrahim as, sehingga masuk menjadi bagian dari Ka’bah. Meski dinamai Hijr Ismail, tidak ada ketetapan berdasarkan hadits marfu’ (yaitu hadist yang sanadnya bersambung sampai kepada Rasulullah SAW) bahwa Nabi Ismail AS atau ibunda Hajar di kubur di tempat ini. Namun ada atsar (tradisi berita) yang sifatnya mauqufah (hanya sampai kepada shahabat) namun dengan sanad yang lemah), yang menyatakan bahwa kuburan Nabi Ismail AS ada di dalam Hijr. Keterangan tentang ini dapat dilihat dalam kitab Tahzirus Sajid Min Ittikhodzil Qubur Masajid  karya Syekh Nashiruddin Al-Albany, hal. 75 dan 76.

Mengapa hanya berbentuk setengah lingkaran? Nah, ini menarik. Menurut hadist yang diriwayatkan oleh Bukhari, saat orang Quraisy memugar Ka’bah, mereka kekurangan dana untuk dapat kembali membangun Ka’bah sesuai dengan ukuran aslinya. Tetapi Nabi SAW sendiri menyatakan jika beliau ada kesempatan, akan disatukannya Hijr dengan Ka’bah. Selanjutnya, orang-orang Quraisy, mengurangi panjang tembok ke bagian utara sehingga Hijir Ismail semakin luas. Karena hal inilah Hijir Ismail termasuk ke dalam bagian Ka’bah.

Shalat di Hijir Ismail adalah sunnah yang berdiri sendiri, dalam arti tidak ada kaitannya dengan thawaf atau umrah haji dan ibadah lainnya. Nabi SAW diriwayatkan memang memerintahkan shalat di dalamnya. “Bahwa beliau memasuki Ka’bah pada hari penaklukan kota Makkah dan mengerjakan shalat dua rakaat di tempat itu.” Demikian diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari shahabat Ibnu Umar R.A dari Bilal bin Rabbah R.A. Juga telah tetap (tsabit) dari Beliau SAW bahwa beliau berkata kepada ‘Aisyah RA ketika ‘Aisyah akan masuk ke Ka’bah, “Shalatlah kamu di Al-Hijr, karena tempat itu bagian Ka’bah.”

Itu sebabnya, Hijr Ismail jadi istimewa, sehingga banyak orang yang ingin shalat di Hijir Ismail dan akibatnya tempat ini selalu penuh. Tentu tidak mudah untuk mencapai Hijir ismail karena semua orang berlomba-lomba agar bisa sampai di sana, melaksanakan shalat dan memanjatkan do’a setelahnya. Banyak diantara mereka yang kemudian duduk bersimpuh, menangis sambil berdoa bahkan hingga histeris, terutama jama’ah asal Turki, India dan Pakistan.

 

Penulis: Puput/Teguh