foto: Aisyah Milan Azzahra

Perjalanan Hidayah Wanita Berdarah Ambon-Yahudi

Hidayah datang kepada siapa saja yang Allah kehendaki, itu sebuah hal yang pasti. Maka ketika hidayah itu datang pada seseorang, tak satu pun yang dapat menghalangi. Karena ajaran Islam sejatinya indah dan sesuai fitrah manusia, hadirnya hidayah terkadang justru melalui hal-hal yang sederhana. Kisah Milanconny Louhenapessy adalah buktinya.

Awalnya, Milanconny Louhenapessy memandang Islam sebagai agama yang ‘biasa-biasa saja’. Bertahun-tahun lamanya, perempuan berdarah Ambon yang lahir dan besar di Jakarta sekian tahun silam itu  juga berinteraksi dengan sesama warga di lingkungannya, yang tak sedikit beragama Islam. Diakuinya, selama itu, tak ada ketertarikan apa pun terhadap Islam.

Sampai akhirnya, wanita yang juga berdarah Yahudi dari pihak ibunya ini, memutuskan hijrah dari tempat tinggalnya di Jakarta, menuju Sumedang di bumi Parahyangan. Disana ia tinggal bersama kedua orang tua angkat yang teguh menjalankan agama namun bahkan tak pernah sedikit pun berupaya mempengaruhinya. Satu hal yang mengesankan bagi Milan, begitu ia kerap disapa, kedua orang tua angkatnya ini amat dekat dengan kehidupan masyarakat sekitar. “Padahal mereka sejatinya orang hebat, kaya dan bahkan keluarga mereka saja ada yang tak tinggal di Indonesia,” ujar Milan tentang keduanya. Malina Ajeng atau biasa dipanggil Umi, begitu Milan menyapa ibu angkatnya, bahkan tak segan menjadi bidan bagi warga sekitar yang ingin melahirkan.

Tanpa disadari, itulah awal ketertarikannya pada Islam. Lebih tepatnya, rasa ketertarikannya terhadap Islam justru muncul saat ia melihat adik angkat melakukan sholat, dirinya merasa "...adem, damai dan tentrem", jelas Milan menggambarkan suasana hatinya. Perasaan ini, lama kelamaan semakin  kerap menghampiri, sehingga mendorongnya untuk mulai mempelajari Islam “... dari nyontek google...,” akunya sambil tertawa.  

Penjelajahannya di dunia maya tak membuatnya puas. “karena banyak aliran,.. jadinya saya putuskan untuk stop dulu,” kenangnya menggambarkan suasana hatinya kala itu. Lama-lama, akhirnya ia memberanikan diri bertanya pada ibu angkatnya tentang Islam. Bukannya mendapat dukungan, “... saya justru diomelin Umi... tapi maksudnya baik. Umipingin, agar saya jangan mudah gonta ganti iman”, ungkap ibu dari 3 orang anak ini.

Namun itulah hidayah. Milan justru semakin bersemangat mempelajari berbagai ajaran Islam. Penjelajahan itu akhirnya berlabuh pada kemantapan hatinya di 2014, ketika akhirnya Milanconny Louhenapessy memutuskan memeluk Islam dengan sepenuh kesadarannya. Ia pun akhirnya bersyahadat pada 2014, dan mengganti namanya menjadi Aisyah Milan Azzhara.

Semoga Allah menjaga keimanan Aisyah, dan juga kita semua yang telah menerima keindahan hidayah itu.

Penulis: TIP