foto: Ust. Irwan Hernanda

Metode Baca Qur’an ‘Eklektik’: Cocok Bagi Anak Berkebutuhan Khusus

Tak dapat dipungkiri, kemampuan membaca al Qur’an bagi seorang Muslim adalah ‘standar minimum’ yang selayaknya dilakukan dalam rangka memelihara komunikasi dengan Allah SWT.  Meski secara umum kaum Muslimin Indonesia sudah memiliki kemampuan ini, harus diakui, masih banyak juga yang belum memiliki kemampuan membaca al Qur’an dengan baik dan benar.

Inilah yang kemudian melahirkan berbagai inovasi metode pengajaran baca al Qur’an. Jika dahulu kita mengenal metode IqRA’ dari alm. KH As’ad Humam, maka kemudian muncul berbagai metode pengajaran yang memberi alternatif metode pengajaran agar seseorang lebih cepat mampu membaca alQur’an.

Salah satu metode yang dapat mengajarkan baca Qur’an dari orang gedongan sampai buruh jalanan, dari aki-aki hingga anak berkebutuhan khusus atau bahkan balita, adalah metode “eklektik” yang  ditemukan oleh ust. Irwan Hernanda, pengasuh pengajian “Alif”. Namun secara bergurau, jama’ahnya ada yang menyebut metode eklektik itu dengan sebutan metode ‘comotik’ alias “comot sana sini”. Disebut ‘comot sana sini’, karena memang diaku oleh ustadz jebolan pesantren Gontor, IAIN Sahid dan LIPIA ini, sebagai hasil elaborasi berbagai metode membaca al Qur’an yang telah ada. Meski begitu, tak ada nama khas yang pria kelahiran Jakarta 47 tahun silam ini sematkan pada metode yang ia hasilkan itu. “Karena memang hasil comot sana sini ya,” ujarnya terus terang.

Ustadz Irwan menuturkan, metodenya lumayan efektif  dalam membuka wawasan seseorang untuk dapat membaca al Qur’an. Dalam bahasa kekinian, metode yang disusunnya ini, merujuk pada kebutuhan audiens. Sehingga hasilnya pun, cukup variatif. “Ada yang sehari langsung bisa baca, ada yang empat hari baru akhirnya bisa,” tutur ayah dari 3 anak ini.

Nah,  salah satu hal yang istimewa dari metode ekliptik ini adalah mampu dicerna oleh anak-anak berkebutuhan khusus. Lewat metode ini, ustadz yang secara rutin mengasuh kajian tafsir al Qur’an di kawasan “Planet Haji Umrah” Thamrin City lantai 3A tepatnya di areal Rumah Buah Denzzel setiap Kamis sore ini, dapat membuat anak-anak dengan kebutuhan khusus tersebut mampu membaca ayat-ayat Allah dalam kitab suci Al Qur’an.

Anda memiliki anak berkebutuhan khusus dan tertarik dengan metode “Ekliptik” ini? Temui saja ustadz Irwandi setiap hari Kamis sore di  “Planet Haji Umrah” Thamrin City lantai 3A tepatnya di areal Rumah Buah Denzzel. Ikuti pengajiannya, dan silakan berkonsultasi soal metode ‘ekliptik’ ini dengannya.   

Penulis: TIPSumber: wawancara lansgung